pada kesempatan sebelumnya saya sudah membeberkan story FA "seorang pramugara dari anak kampung" kali ini saya akan membeberkan seorang pramugari yang tak kalah menarik yang bernama Gemma wanita ini pernah mengalami beberapa kali kegagalan tepatnya 6X gagal dalam walk in interview maskapai, so seperti apa ceritanya silahkan disimak ^_^
Tidak pernah
terbayangkan sebelumya olehku kalau aku akan menjadi seorang cabin crew. Aku
bukan lulusan perhotelan atau pariwisata, background studyku sama sekali berbeda
dengan dunia aviasi. Semua impianku untuk menjadi cabin crew ini berawal dari
seorang temanku yang memberitahu bahwa Singapore Airline membuka lowongan di JDC
April 2010 yang lalu. Tiba-tiba terlintas di benakku bahwa asik juga kalau aku
bisa menjadi seorang pramugari sebuah maskapai penerbangan intenasional, terbang
ke berbagai penjuru dunia, dan bertemu dengan banyak orang dari negara lain.
Dengan penampilan
seadanya dan tanpa pengalaman, akhirnya aku memberanikan diri untuk datang ke
walk in interview SQ April 2010 yang lalu. Sesampainya aku di sana, aku shock!!
Banyak sekali cewe-cewe yang cantik, tinggi semampai, bahasa inggrisnya pun
bagus-bagus. Aku mencoba untuk PD dan berusaha sebaik mungkin. Tahap demi tahap
aku jalani dan pada akhirnya aku failed. Aku sempat merasa down tapi aku mencoba
untuk tetap semangat dan aku berjanji pada diriku sendiri bahwa suatu hari nanti
aku akan berhasil menjadi seorang cabin crew sebuah maskapai
internasional.
Perjuanganku tidak
berhenti sampai disini, SQ sempat beberapa kali membuka walk in interview lagi.
Aku selalu mencobanya dan gagal lagi. Kalau diingat-ingat, rasanya aku sudah 5x
mengikuti walk in interview SQ dan selalu ditolak. Sempat terpikir untuk
menyerah, mungkin cabin crew bukan pekerjaan yang cocok untukku dan mungkin
Tuhan tidak mengijinkan aku untuk menjadi seorang cabin crew. Akan tetapi hati
kecilku bilang bahwa jika kita berusaha dan tidak pernah menyerah maka suatu
saat mimpi ini akan menjadi kenyataan. Akhirnya aku memutuskan untuk terus
berjuang meraih mimpiku ini. Aku selalu rajin
untuk mencari tahu maskapai penerbangan yang sedang membuka recruitment di
Indonesia, entah itu dari koran atau internet.
Suatu hari aku baca di koran bahwa Cathay Pacific membuka
recruitment di Jakarta. Aku langsung bersemangat untuk mengirimkan CV, secara CX
merupakan salah satu maskapai bintang 5 dan jarang sekali membuka recruitment di
Jakarta. Kembali harap-harap cemas menunggu balasan dari CX. Dan karena
recruitment CX inilah aku menemukan blog FP! Dari sinilah aku kenal banyak
sesama cabin crew wannabe. Dari FP juga aku banyak tau tips & trick
mengikuti recruitment cabin crew. Makasi FP! Oke, lanjut ke topik awal, akhirnya
aku dikirimin email dari CX untuk mengikuti open day nya. Aku datang dengan
persiapan yang lebih matang dari sebelumnya. Tahap demi tahap aku lewati,
tetapi nasib berkata lain, aku failed lagi!
It’s OK! And
I still believe that I could be a cabin crew one day. Sampai akhirnya
aku membaca lowongan recruitment Qatar Airways di koran bulan July 2011 lalu.
Aku masih bersemangat untuk mengikuti open day QR. Hari pertama adalah CV
submission. Aku menyerahkan CV-ku kepada salah satu recruiter QR dan berdoa
semoga mereka memilih CV-ku.
Setelah menyerahkan
CV aku pulang dan menunggu. Yang dipilih akan di telepon oleh recruiter dan
diberitahu nomor urut kita dan jadwal keesokan harinya. Handphone tidak pernah
lepas dari tanganku. Tuhan menjawab doaku, aku ditelepon oleh mereka dan
dikabarkan bahwa keesokan harinya aku diharapkan hadir di tempat yang ditentukan
jam 9 pagi.
Keesokan harinya aku
datang tepat waktu, tidak boleh telat pastinya. Seperti biasa aku mengikuti
tahapan demi tahapan. Sampai pada tahap group discussion, aku failed. Sighh!!
Failed lagi? Saat itu aku benar-benar down. Sudah beberapa kali mengikuti
recruitment tapi selalu failed. Aku sempat ingin menyerah, tetapi orang
sekitarku tetap mendukung aku dan memberi semangat untuk tetap berjuang meraih
mimpi.
Akhirnya Qatar
Airways membuka recruitment lagi Oktober 2011 lalu. Sempat ragu untuk ikut lagi,
tapi aku juga penasaran kenapa aku selalu failed. Akhirnya aku memutuskan untuk
mengikuti kembali open recruitmentnya QR. Tahapannya tidak berubah, aku
mengikuti semuanya dengan sebaik-baiknya. Akhirnya aku bisa lolos sampai final
interview, dan di final interview aku bisa lancar menjawab semua
pertanyaan-pertanyaan recruiter.
Recruiter meminta
kami untuk menunggu selama 3 minggu, jika tidak ada email dari mereka selama 3
minggu maka kami diminta untuk mengirim email kepada mereka untuk menanyakan
kabar application kami. Yang bisa kulakukan adalah menunggu dan berdoa. Setelah
hampir 2 minggu, aku mendapat email dari mereka bahwa aku dicalonkan sebagai
kandidat cabin crew QR. Aku senang sekali saat itu, tetapi perjuangan belum berakhir, masih ada medical check up yang harus kujalani.
Aku menjalani
medical di tempat yang sudah ditentukan oleh QR. Pada saat hasilnya keluar,
ternyata Hb-ku agak rendah, dan aku dianjurkan untuk minum vitamin penambah
darah dulu selama sebulan baru kemudian cek darah lagi. Saat itu aku down lagi,
Tuhan, mengapa jalan untuk menjadi seorang cabin crew begitu rumit? Aku bisa
melewati tahapan sampai akhir tetapi mengapa masih ada cobaan lainnya? Aku
berusaha untuk kuat dan berusaha untuk menormalkan Hb dengan minum vitamin yang
dianjurkan dokter. Medical-ku pending sekitar 1 bulan dan untungnya Qatar
Airways berbaik hati mau menunggu. Setelah sebulan akhirnya Hb-ku normal. Dan
akhirnya Qatar menyatakan aku diterima untuk menjadi cabin crew mereka.
Gemma in Doha-Qatar
NB : Ambilah pelajaran dari wanita cantik ini yang tidak punya pengalaman apa apa tetapi dengan keyaknannya akan menjadi seorang FA membuat ia tiada henti mengejar impiannya walau selama waktu pengejaran itu ia beberapa kali mengalami kegagalan tapi ia selalu move on dan dukungan orang disekitar kalian amatlah berarti, jadi sebelum kalian mengejar impian kalian mintalah dukungan dari orang sekitar kalian.
source : forumpramugari.com
Categories:
Story
